Selasa, 22 September 2020

PembaTIK Level 4 2020, Tantangan Kompetensi Luar Biasa!

 

Sekali lagi...hadza min fadli Rabbi ( Sungguh ini adalah karunia Tuhanku).Berkumpul dan berkolaborasi dengan orang orang dengan aura positif serta semangat yang tinggi untuk berbagi, adalah karunia yang luar biasa.PembaTIK  (Pembelajaran berbaisis TIK) yang merupakan giat yang setiap tahunnya di adakan oleh Pusdatin Kemdikbud sejak 2017 sudah melahirkan 3 orang Duta Rumah belajar 2017, 2018, 2019.

Duta Rumah Belajar merupakan perpanjangan tangan Pusdatin Kemdikbud agar dapat menyebarkan praktik baik pembelajaran berbasis TIK khusunya memperkenalkan portal Rumah Belajar.Berselempang duta tidaklah semudah apa yang kita lihat. Sahabat harus menaklukkan 4 Level pada program PembaTIK ini.

Level Literasi : Level dimana peserta pembaTIK mengasah kompetensimelalui literasi baca melalui modul materi yang diberikan melalui LMS Pustekkom.

Level Implementasi : Level ini , mengajak perserta mengasah kemampuan untuk bisa membuat dan melakukan hal yang sudah dipelajari dalam modul

Level Kreasi : Peserta pembaTIK harus mampu mengkreasikan ilmu yang didapat dalam wujud karya berupa Vidio pembelajaran dan praktik praktik baik pembelajaran TIK lainnya.

Level Berbagi : Pada level ini, inilah hakikat pembaTIK sebenarnya bagaimana ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat bagi orang lain dengan berbagi

Setiap level dilalui secara daring dan menggunakan sistem gugur pada setiap levelnya, hingga di level berbagi tersaring menjadi 30 besar dari setiap propinsi. Dan mereka yang berada di 30 besar ini akan kembali disaring menjadi 5 besar kemudian di seleksi menjadi duta rumah belajar.

PembaTIK Level 4 2020, Tantangan Kompetensi Luar Biasa!

Bagaimana tidak, dalam pembaTIK kali ini memberikan ruang bagi para pembaTIK dapat menuangkan ide gagagsan, dan kreatifitasnya membuat vlog dan vidio pembelajran.Tidak hanya itu, dalam level 4 kali ini peserta pembaTIK juga dituntut memiliki kreatifitas dalam menulis. Hal ini di tunjukkan dengan adanya penugasan menuliskan praktik baik di blog peserta pembaTIK.

Setiap peserta PembaTIK tahu 2020 akan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, menantang dan luar biasa. Saya yakin banyak teman-teman sahabat Rumah Belajar akan belajar hal –hal baru dan keluar dari zona nyaman selama ini, termasuk saya.

Jika dilihat pada tahap Pra pembelajaran saja, peserta PembaTIK sudah diminta membuat vidio atau bentuk multimedia atau bentuk infografis untuk menyampaikan Biodatanya.Dan juga Essay motifasi menjadi Duta Rumah belajar ini benar benar mengajak kita untuk mengasah kemampuan menulis lebih baik lagi.

Pada tahap Pembelajaran level 4 2020, lebih keren lagi sahabat sedikit berbeda dengan PembaTIK 2019,Strategi pembekalan berbentuk layanan konsultasi dan pembimbingan terkait materi dan kendala yang dihadapi peserta, dikenal dengan istilah Coaching,Coaching ini akan membantu setiap peserta untuk dapat mengeluarkan potensi terbaiknya agar dapat mencapai tujuan akhir yang maksimal menjadi duta rumah belajar 2020. Level 4 2020 mengasah  kompetensi luar biasa bagi peserta ada tugas ngeVlog, Ngeblog dan tatap muka sosialisasi  yang tentunya semua mengajak kita untuk siap berbagi hal hal yang baik, terutama dalam praktik baik pemanfaatan rumah belajar dan pembelajaran berbasis TIK  lainnya.

Jika tahapan pra pembelajaran dan pembelajaran tahap 4 dapat dilalui dengan baik, Pasca pembelajaran akan dipilih 5 besar dari tiap propinsi untuk menjadi Calon Duta rumah belajar 2020, yang akan mengikuti kegiatan penjurian dengan melakukan presentasi dihadapan Tim juri. Tim juri pun datang dari berbagai pihak Pusdatin, Pakar, DRB dan kali ini juga melibatkan Juri dari Dirjen GTK semua ini agar dapat bersinergi dengan program Guru penggerak.


Menjadi duta Rumah Belajar 2020 benar benar kan membawa kita menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang akan menghantarkan bangsa besar Bernama Indonesia ini menjadi bangsa Yang maju, bermartabat dan bertakwa. Sebuah momentum yang tak akan pernah kita lupakan.

 Tertarik menjadi PembaTIK ???

Cek info menarik dan berbagai pelatihan lainnya di halaman ini

https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id

Berselancar bebas dirumah belajar secara gratis dapat diakses di Link berikut :

https://belajar.kemdikbud.go.id/

Bersemangatlah sahabat, bergeraklah...dengan bergerak akan mengahantarkan Kita pada Tujuan

Salam hangat Dariku,

Sahabat Rumah Belajar NTT 2019 – 2020

Merdeka Belajarnya,

Rumah Belajar Portalnya,

Maju Indonesia

 

 

 

Menulis Buku 7 Hari, Mungkinkah???

 


Menulis Buku adalah kegiatan yang membutuhkan kefokusan dan displin yang tinggi. Menulis buku apalagi dengan durasi yang singkat 7 hari rasanya mustahil bagi penulis Pemula seperti saya. Tapi pernyataan ini sudah bisa saya patahkan.Saya mengatakan BISAAAA! dan saya sudah membuktikannya.



Sahabat yang saya banggakan, cerita ini berawal dari  dalam grup WA belajar menulis bersama Om Jay dan kawan kawan, yang sangat memeberikan ruang dan menjadi wadah bagi saya dan teman teman yang lain yang bergabung dlam grup, menggali potensi dan mengembangkan minat dan belajar dari banyak pakar ahli yang ada dalam Grup belajar menulis di grup WA gelombang 7. 

Belajar tahap demi tahap, mengeksploasi dan elaborasi konsep dari setiap Narasumber yang dihadirkan hingga akhirnya saya dapat mewujudkannya menjadi sebuah Aksi Nyata menulis dan melahirkan buku yang berjudul Kelas maya –Membangun Ekosistem E-Learning di Rumah belajar, yang dengan izin Alllah berhasil lolos evaluasi dan diterbitkan oleh penerbit Andi. Dan saat ini  saya sudah merampungkan menulis 2 buku , 1 sudah diterbitkan penerbit Mayor(penerbit Andi) Jika sahabat berminat memiliki buku ini bisa klik link ini https://bit.ly/PESANBUKU-EKOJI  untuk dapat terhubung dengan penerbit Andi., 1buku  dalam tahap menunggu jawaban evaluasi dari penerbit untuk keayakan terbit berharap bisa diterima lagi seperti buku pertama saya,buku ini berjudul Model Pembelajaran - merancang pembelajaran kompetensi abad 21, berkarkater,  dan literat di era kenormalan baru. , dan 1 buku saat ini dalam tahap penulisan dengan Judul Guru PenggerakBelajar Merdeka,Merdeka Belajar.

Awalnya saya ikut bergabung dan menimba ilmu mengikuti setiap rangkaian materi yang disajikan dalam forum belajar menulis gel 7 di bulan Maret bertepatan dengan pandemik Covid 19.Dimana pandemik rasanya membuat kita membuang waktu dan bingung harus berbuat apa karena mendadak PJJ.Akhirnya Pandemik ini membawa berkah peningkatan kompetensi menulis bagi saya dengan bergabung digrup menulis Om jay. Setiap hari kami berlatih menulis 3 paragraf pertama dari ide ide yang di lemparkan om jay ke grup gel.7. Awalnya saya berpikir om jay kok ngajak kita menulis dengan tema tema seperti kucing, siomay, anak bayi, pokoknya apa saja yang dilemparkan omjay ke grup kita diharapkan bisa merangkai kata hingga minimal 3 paragraf. Dari hari demi hari makin bertambah pengalaman, hadirnya narasumber narasumber yang luar biasa menginspirasi membuat semangat untuk menulis semakin besar, dari yang hanya menulis minimal 3 paragraf, pentigraf, hingga menuangkan resume materi dalam tulisan di blog, setiap peserta wajib membiuat resumi dan memposting diblog.Pengalaman yang luar biasa menghantarkan saya bisa melahirkan sebuah buku pertama.

Malam itu, setelah kami menerima materi dari Prof.Richardus Eko Indrajit, saat materi berakhir Prof Eko mengajak sekaligus menantang kami peserta untuk siapa yang mau berkolaborasi menulis bersama Beliau tapi menulisnya 1 minggu .

Malam itu kami belum ada yang mengiyakan dalam hati GILAAA menulis seminggu bisakah?

Mana bisa, saya pemula...mana bisa...saya masih belum percaya dan sama sekali tidak yakin bisa.

Hingga siang hari, dihari berikutnya Om jay melemparkan sederet tema yang ditawarkan oleh Prof.Eko dan kita diminta menjawab siapa yang bersedia silahkan copi paste dan tuliskan nama serta nomer hp. Saya membaca setiap tema wow keren-keren semua, IT semua lagi..., meski saya Guru TIK rasanya saya belum memiliki potensi untuk menuliskan konsep konsep tema yang ditawarkan Prof.Eko waktu itu. Dan untuk menjawab tantangan itu dan untuk membuktikan kemampuan bahwa saya bisa menulis buku saya pun memberanikan diri menuliskan nama dan nomer Hp saya hingga kami digabungkan dalam grup menulis bersama Prof.Eko.Dan tergabunglah 21 orang yang waktu itu bersedia.

Auto bingung wkwkw saya sama sekali belum menemukan ide untuk menulis apa untuk menjawab tantangan ini. Meski saya memilih tema E-Learning 1001 kegalauan menghampiri.Sambil terus berpikir untuk menentukan apa yang akan saya tulis, saya mulai membuka sejumlah referensi, dari youtube prof Eko dan membaca beberapa tulisan tentang e learning di internet.Akhirnya dengan pengalaman sebagai sahabat Rumah Belajar saya menemukan 1 konsep yang akan saya tuangkan dalam tulisan pertama saya ini.Ya...Kelas Maya Rumah belajar menjadi pilihan saya untuk menjawab tantangan ini.Setelah klop dan merasa yakin dengan judul yang pilih. Saya mulai membuat daftar isi yang saya kembangkan dari main map.

Hari pertama saya menyodorkan main map tentang buku yang saya akan tulis. mainmap ini saya dapatkan dari belajar menulis bersama bapak narasumber Akbar Zainudin penulis buku man jadda wa jadda ,dari mainmap ini saya tuangkan ke dalam outline yang hari itu juga disetujui oleh Prof Eko.

Jawaban Prof Eko waktu itu VERY GOOD.Bisa buat daftar isinya dan kirim ke saya?

Hari ke 2 berhasil menyerahkan outline (daftar isi) buku yang akan saya tulis.

Hari ketiga , ke empat dan ke lima,Saya lewati dengan penuh khusyu...FOKUS, dan tanpa buang buang waktu benar benar berada dalam kegilaan menulis hingga sudah mau tidurpun rasanya otak ini masih berfokus dan berpikir tulisan apa lagi ide apalagi yang harus ditambahkan. Seminggu benar –benar pikiran , hati dan raga ini menjadi satu seiring sejalan, tak ingat lagi yang lain, yang diingatan hanya deadline yang hampir habis dan harus kelar. Ngeri ngeri sedap kalo saya bilang wkwkwkw, terkadang rasa kantukpun hilang ketika tangan sudah asyik menari-nari di atas keyboard, membawa perasaan ini seperti sudah ahli sekali merangkai kata padalah... baru kemarin saya belajar.

AWESOME... mengagumkan pengalamn yang tak akan terlupakan. Ternyata saya bisa membuktikan bahwa saya bisa menulis buku 1 minggu, dengan editingnya 2 minggu sudah siap disetorkan ke Prof Eko untuk disempurnakan dan dikirim ke penerbit.Dari 21 peserta yang tergabung hanya 11 orang yang berhasil menjawab tantangan Berselang 2 minggu kemudian 23 Mei 2020 tibalah waktunya kami mendengarkan hasil  evaluasi dan pengumuman tulisan yang Lolos untuk diterbitkan di penerbit Andi, dan Alhamdulillah 9 orang penulis yang berkolaborasi dengan Prof.Eko. berhasil diterima tanpa revisi.Termasuk Saya salah satunya.Luar Biasa. Kepuasan bathin yang tak ternilai harganya...

 

Pengalaman adalah Inspirasi menulisku. Itulah yang menjadi ide saya dalam menulis buku. Pengalaman yang saya lalui, sebagai sahabat Rumah Belajar 2019 memberi saya inspirasi untuk menulis tentang Kelas Maya rumah belajar, Pengalaman sebagai Instruktur kurikulum 2013 menginspirasi saya menulis Model Pembelajaran - merancang pembelajaran kompetensi abad 21, berkarkater, merdeka dan literat di era kenormalan baru, saat ini saya sebagai calon pendamping Guru penggerak angkatan pertama  , saya terinspirasi lagi menulis bulu dengan judul Guru Penggerak -Belajar Merdeka,Merdeka Belajar

Dan satu hal semoga bisa menjadi motifasi bagi  sahabat semua, ketika kita menulis dengan niat berbagi akan ada jalan Allah membukakan jalan dan mempertemukan kita dengan orang orang hebat yang luar bisa menginspirasi dan selalu berbagi. Hingga satu prinsip yang saya pegang saat ini, Semakin dibagi semakin tak terbatas. Dan benar semakin kita niat berbagi ada saja ide ide yang muncul dalam pikiran dan hati kita apalagi ya...apalagi yaa...tadinya apa saja yang kita lihat dan kita alami tidak terpikir untuk kita bagikan apalagi untuk ditulis dalam bentuk karya tapi setelah pecah telur Buku pertama terbit semakin memotifasi saya untuk menghasilkan karya karya yang lainnya. Hadza min fadli rabbi...berkah rasanya selalu datang

Setelah buku rampung ditulis kamipun diminta Prof.Eko jika bisa ada 2 atau 3 pengantar atau testimoni dari orang orang yang dianggap penting. Maka orang pertama yang saya minta dan hampir semua buku yang terbit di akademi EKOJI ada pengantar dari Om Jay(Wijaya Kusumah,M.Pd) Guru dan blogger Pendidikan.Ini benar-benar motifasi yang luar biasa, Meminta kesediaan teman juga menjadi tantangan tersendiri namun hal ini tidak terlalu mennjadi hambatan dalam menulis beberapa teman yang saya minta testimoni dan sekapur sirih untuk buku saya dengan senang hati menuliskannya.Semangat berbagi ini juga yang mengantarkan saya mendapatkan Apresiasi yang luar biasa.Kata pengantar dalam buku pertama saya dari bapak Gogot Suharwoto, kepala Pustekkom 2017-2020. Judul Buku kelas Maya ini saya posting di FB saya dan tidak disangka berbagai apresiasi dan doa tulus dari teman teman dan sahabat menjadi semangat yang semakin menggerakkan saya. Hingga Bapak Gogot juga memberikan apresiasi itu melalui inbox. Ya Allah senangnya tak terkira, siapa saya , seorang guru yang baru belajar, guru yang masih sangat minim pengalaman bisa berkolaborasi dengan seorang Prof. Dan mendapatkan apresiasi dan kata pengantar dari orang yang luar biasa.benar benar Hadza min fadli Rabbi (Sungguh ini karuania Allah).

Hingga kinipun rasanya seperti mimpi...

Dengan terbitnya buku ini saya mendapat banyak kesempatan untuk berbagi. Menjadi Narasumber digrup menulis bagi teman-teman peserta menulis lainnya berbagi pengalaman dan berharap dapat menjadi motifasi bagi teman-teman yang lain.Serta berbagi pengalaman melalui giat TV Andi dapat sahabat simak dalam rangkain Seminar Digital Mindset bersama Prof.Eko saya bisa menceritakan pengalaman saya menulis buku secara kilat. Tonton disi ya ...


Pesan Saya sahabat, hilangkan keraguan yang ada, hargai potensi kita sebagai mahluk ciptaan Allah yang sempurna dan memiliki bakatnya masing masing. Yakinkan dalam diri batu hambatan yang ada dalam diri harus bisa kita pecahkan.

Pesan dari Prof.Eko Untuk saya” Bu.Eva...Cita cita itu harus dikejar seperti laskar pelangi”. Saat kalimat ini diucapkan beliau saya langsung terharu dan benar benar menggerakkan saya untuk lagi dan lagi mencoba membuktikannya.hingga akhirnya saya pun suka dengan lagu laskar pelangi hehehe...dan kalimat ini juga semoga bisa memotifasi  sahabat semuanya.

Yakinkan diri dan buktikan saya BISAAAA


 

 

 

 


POSTINGAN LAINNYA